Personal Touch of Egiet dan Bimo Wedding

Salah satu pernikahan yang selalu menjadi highlight kami adalah peristiwa privat yang dikemas bersama sentuhan dari lovebirds yang dapat mengikat janji. Kali ini Sputnik dapat mengangkat pernikahan Egiet Hapsari dan Luhur Sekti Linggatama yang penuh bersama personal touch. Egiet adalah seorang presenter televisi yang terhitung calon ibu, pas suaminya yang akrab disapa Bimo, adalah seorang pilot. Ternyata jauh sebelum saat mereka menjadi pasangan suami istri, keduanya dulu berpacaran pas masih Mengenakan seragam putih-biru, hihihi! Banyak love story yang romantis dan lucu sebelum saat pada akhirnya mereka menjadikan satu sama lain the better half dalam jenjang pernikahan.

Personal Touch of Egiet dan Bimo Wedding
Personal Touch of Egiet dan Bimo Wedding

Personal Touch of Egiet dan Bimo Wedding

Sputnik berkesempatan ngobrol segera bersama dengan Egiet di sela kesibukannya sebagai presenter televisi. Buat yang penasaran bagaimana pernikahan Egiet dan Bimo, maybe our convo might inspire you. Check it out!

Halo, Egiet! Bisa ceritakan perihal pernikahan kamu kemarin? Konsep apa yang menjadi highlight berasal dari your wedding day?

Halo, secara garis besar konsep pernikahanku semi-intimate bersama dengan 150 undangan. Sebenarnya aku & suami maunya lebih intimate, tetapi keluargaku agak kesusahan menyeleksi kolega & relasi, menjadi disepakati deh jumlah undangannya 150.

‘Personal touch’ bisa saja kata-kata dapat mengartikan pernikahanku ya.. Sebisa bisa saja aku & suami berkenan mengakibatkan tamu-tamu lebih-lebih teman-teman kita nyaman. Contohnya bersama dengan konsep semi-seating biar tamu ga penat berdiri, hingga pilihan menu catering yg disukai temen-temen & playlist “lagu kudu karaoke” yang dapat bikin mereka joget & sing along. Sebisa bisa saja aku & suami berupaya mingle, biarpun ga 100% tereksekusi dikarenakan faktor cuaca bikin acara mundur 30 menitan.

Persiapan pernikahan kamu dimulai berasal dari berapa bulan sebelumnya? Was it full of drama? Ada unforgettable experience ga yang sampai sekarang membuat kamu pengen ketawa kalo inget?

Persiapan makan waku kurang lebih 7 bulan. Drama cuma berasal dari aku & mama soal jumlah undangan & dresscode, tetapi alhamdulillah mampu dicari jalur tengahnya. Yang membuat kocak, karena kami berkenan nikah super santai gitu tanpa prosesi propose atau lamaran sama sekali. Pada dasarnya aku, suami & keluarga kami santai dan cuek.

Dari awal pacaran, suami memang serius berkenan ke jenjang pernikahan. Jadi ga ada tuh acara proposal kaya di film-film atau lamaran sekeluarga besar. Orangtua suami dateng ke rumah, ngobrol santai, langsung diskusiin tanggal.

Three words to describe your wedding day?

Apa sih yang menurut kamu paling tricky di dalam proses persiapan pernikahan?
Komunikasi! Itu keliru satu kunci menuju hari H. Komunikasi ke keluarga sendiri, keluarga pasangan & vendor-vendor. Semua tentu punyai ego & beban anggapan sendiri menjelang hari H, tapi kami terhitung harus lebih banyak mendengar, bukan sekadar minta didengar.

Adakah tips atau pesan untuk para bride to be?

Your wedding is just a day, plus the marriage should be more beautiful than the wedding itself. Ga usah pusing-pusing mikirin how to impress anyone with a perfect celebration, because it’s supposed to be a special day for both of you, plus what matters the most, is the days plus years after your wedding day

Boleh ceritakan singkat mengenai background love life kamu dan Bimo, dong! Teman sejak kapan atau gimana ceritanya? Siapa yang lebih cerewet urusin pernikahan? Hahaha…
Agak sama cerita FTV ya hahaha. Bimo itu first loveku dan begitu termasuk sebaliknya. Kita pernah pacaran sementara kelas 2 SMP, namun cuma lebih dari satu bulan sebab Bimo mutusin saya tanpa sebab dan sejak itu saya dendam gitu sama dia. 9 tahun sesudah lost contact, Bimo tiba-tiba ngajak ketemu. Di situ Bimo baru jelasin kalau dia mutusin saya pas SMP sebab disuruh guru, soalnya sementara SMP Bimo anak paling badung dan saya sementara itu juara kelas. Aneh ya hahaha…
Selama persiapan pernikahan, saya jauuh lebih cerewet hehehe sebab Bimo orangnya ga neko-neko yang penting nikah kedaftar di KUA aja deh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *